Bocah Australia Kelabui Bank Hingga USD250 ribu

SYDNEY – Seorang bocah berusia 15 tahun asal Australia, dikenakan denda sebesar USD250.000 mencoba melakukan penggelapan uang bank melalui internet.

Seperti dikutip Sydney Morning Herald, Senin (8/9/2008), bocah yang masih dirahasiakan identitasnya tersebut, pertama-tama mencoba mendaftarkan nama enam perusahaan bisnis untuk memperoleh account di bank. Strategi yang dia lakukan tergolong cukup unik karena untuk menghindari kecurigaan, ia membuka beberapa account dari institusi yang berbeda.

“Ia kemudian menulis sebuah cek yang akan digunakannya untuk membayar hutang, membeli barang-barang dan membuka account bank berikutnya,” ujar jaksa penuntut dari pengadilan anak-anak di Perth Simon Formby.

Selain melakukan pemalsuan cek, anak tersebut juga telah melakukan pencurian kartu kredit dari dua orang konsumen restoran cepat saji tempat ia bekerja. Bahkan ia telah melakukan transaksi melalui telepon dengan kartu kredit tersebut namun pihak bank mengetahui kejanggalan ini dan membatalkan transaksi sesegera mungkin. Ketika si pencuri tersebut melakukan transaksi untuk yang kedua kalinya maka pihak bank langsung menelepon polisi. Pihak kepolisian pun berhasil melacak keberadaan anak tersebut dan meringkusnya di dalam rumah tinggalnya.

Anak warga negara Australia tersebut dinyatakan bersalah melakukan 33 kali penipuan antara tanggal 10 Maret hingga 3 Juli. Bahkan ia bersalah karena telah menipu pihak perbankan dengan cek palsu. Jika ia berhasil mencairkan seluruh cek dan kartu kredit yang ada maka ia berhasil mendapatkan sekira USD250.000. Sayangnya, tidak semua transaksi berhasil ditembusnya. Namun begitu, ia telah mengumpulkan sekira USD10.000.

Meskipun pelaku masih berada di bawah umur namun pihak pengadilan tetap akan memenjarakan dirinya, selain hukuman denda yang sudah pasti menimpanya. Menurut hakim, hukuman tersebut tetap dijatuhkan karena sang anak harus menyadari bahwa kejahatan yang ia lakukan benar-benar tindakan kriminal.

(sumber: www.okezone.com)

Ditulis dalam News. 2 Komentar »

Microsoft Bagi Software Gratis ke Mahasiswa Indonesia

JAKARTA – Microsoft Indonesia mengumumkan komitmen untuk menyediakan piranti lunak gratis bagi mahasiswa Indonesia. Piranti lunak, yang diberinama Microsoft DreamSpark, dibagikan secara gratis untuk pengembangan dan desain yang diharapkan dapat memicu daya kreatifitas mahasiswa.

“Microsoft DreamSpark merupakan salah satu cara membantu generasi mendatang dari pemimpin muda kita untuk meraih kesempatan dengan memanfaatkaan keajaiban dari transformasi piranti lunak. teknologi mempunyai kekuatan untuk melakukan transformasi dan peningkatan kualitas pendidikan serta membantu perkembangan inovasi lokal,” kata Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia, Tony Chen di Jakarta, Senin (8/9/2008).

Menurutnya, berdasarkan penelitian ekonomi International Data Corporation di 82 negara, pada tahun 2007, inovasi teknologi dapat menciptakan sekira 7,1 juta lapangan pekerjaan baru hingga empat tahun mendatang. penelitian itu juga mengungkapkan jumlah pekerja di bidang teknologi informasi akan meningkat hingga 42,5 juta orang.

“Di masa mendatang, setiap pekerjaan menuntut tingkat keahlian yang lebih tinggi. Teknologi merupakan kunci sukses bagi pencari kerja,” ujarnya.

Microsoft DreamSpark pertama kali diluncurkan 19 Februari 2008 di Sanford University, California oleh Bill Gates. Program ini merupakan sarana bagi mahasiswa di Indonesia dan seluruh dunia untuk mengunduh peranti lunak yang tersedia secara cuma-cuma dan menjadi salah satu program baru pemerintah Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja alternatif dan peningkatan kualitas.

Program-program yang dapat diunduh menggunakan dreamspark antara lain visual studio 2005 dan 2008, XNA Game Studio, SQL Server 2005. gratis. Menurut National Technology Manager Microsoft Indonesia Tony Seno Hartono. Pemberian nama id untuk sementara baru akan dilakukan di ITB dan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer.

“Kami perlu mengintegrasikan lagi nama domian karena kami memerlukan database,” ujar Tony.

Ia menambahkan, semua implementasi Dreamspark masih tergantung dengan kesiapan setiap universitas. Beberapa di antaranya adalah Politeknik elektronika Negeri Surabaya, UGM, Universitas Padjadjaran, Universitas Trisakti, Universitas Bina Nusantara, Universitas Guna Darma, UI, ITB, IPB, dan Pelita Harapan.

Sementara itu, Dirjen Dikti Fasli Djalal menyambut baik peluncuran program Dreamspark ini. Program ini diprediksi akan memudahkan akses bagi 4,3 juta mahasiswa. Sehingga dengan langkah konkrit ke depannya mahasiswa mampu mengimplementasikan program DS agar dapat melakukan inovasi-inovasi yang mampu mendorong usaha2 kreatif

(sumber: www.okezone.com)

Ditulis dalam News. Leave a Comment »