Atasi Ketulian dengan Implantasi Koklea

PENGGUNAAN alat bantu mendengar (ABM) biasa dipakai untuk mengatasi ketulian. Jika tak ada perbaikan, implantasi koklea menjadi alternatif menyelamatkan pendengaran seumur hidup.

Tuli atau gangguan pendengaran bisa dialami siapa pun dan kapan pun. Kerusakan pendengaran bisa menyebabkan kesulitan berkomunikasi.

Hal itu membuat orang tuli berisiko terisolasi secara fisik, mental, maupun sosial. Ditambah risiko kecelakaan yang lebih tinggi mengingat mereka tidak bisa mendengar bunyi klakson atau sirene peringatan saat ada kebakaran misalnya.

WHO mencatat, pada tahun 2000 terdapat 250 juta orang yang kehilangan kemampuan mendengar. Sementara di Indonesia, data Kementrian Kesehatan tahun 1994-1996 menyebutkan bahwa gangguan pendengaran terdiri atas kerusakan telinga sebesar 18,5%, kehilangan pendengaran sebesar 16,8%, dan tuli sebesar 0,1% dari total jumlah penduduk.

“Rubela, suatu penyakit infeksi yang umum, merupakan penyebab utama pada kasus ketulian anak-anak di Indonesia,” ungkap spesialis THT dari RS Pantai Indah Kapuk (RSPIK) Jakarta Barat, Dr Sosialisman SpTHT. Sebagian besar anak-anak yang teridentifikasi kehilangan pendengaran, lanjutnya, justru terlahir dari orangtua yang bisa mendengar.

Bagi anak-anak dengan gangguan pendengaran yang parah, deteksi dan penanganan sedini mungkin merupakan kunci kepastian agar mereka tetap dapat mengembangkan kecakapan berbicara dan berbahasa.

“Ada atau tidaknya ketulian sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak bayi berusia 3 bulan,” ujar Sosialisman. Pada pendengaran normal, suara yang masuk akan diproses dalam koklea, sebuah saluran atau tuba yang berputar spiral mirip rumah siput dan berisi organ-organ pendengaran.

Getaran gelombang suara disalurkan ke koklea sehingga terjadi gerakan pada cairan, sel-sel rambut, dan membran-membran di dalamnya. “Sel-sel rambut inilah yang mengirim sinyal saraf ke otak. Jika terjadi kerusakan atau gangguan, otomatis suara tidak dapat ditangkap dan diterjemahkan di otak,” terangnya.

Orang yang terdeteksi gangguanpendengaran, biasanya diberikan terapi dengan alat bantu mendengar (ABM) atau hearing aids sekitar enam bulan. Selama itu pula dilakukan serangkaian tes untuk mengetahui respons pendengaran dan kemampuan berkomunikasi. Jika tak berpengaruh signifikan, implantasi koklea menjadi solusi berikutnya.

Tuli akibat infeksi dan tuli konduktif atau gangguan di telinga luar dan tengah umumnya bisa diobati atau dibantu dengan ABM. Namun, pada tuli sensorial alias kerusakan di area dalam telinga, rata-rata tidak bisa dipulihkan atau diatasi dengan ABM. Begitupun pada tuli kongenital bawaan lahir.

Salah satu solusi adalah dengan implantasi koklea. Caranya dengan menanamkan sejenis peranti digital di dalam telinga untuk menggantikan fungsi koklea yang rusak. Lalu disambungkan dengan perangkat pengatur digital dan mikrofon di bagian luar.

Alat itu bekerja dengan menghindari bagian-bagian yang rusak di telinga bagian dalam untuk menstimulasi serat-serat pendengaran yang masih tersisa, kemudian mengirim sinyal ke otak. Sehingga, yang bersangkutan tak hanya mampu mendengar kembali, tetapi juga dapat menikmati musik.

Teknologi implantasi koklea sendiri sebenarnya sudah ada sejak 40 tahun lalu. Orang dengan implantasi koklea biasanya dapat mendengarkan percakapan dengan baik, tapi untuk musik masih terdengar parau. Sejumlah produk seperti Harmony menawarkan solusi perbaikan.

“Teknologi terbaru memungkinkan orang tuli mendengarkan berbagai suara dengan intensitas dan frekuensi berbeda-beda,” kata Managing Director The Hearing Solution, Manfred Stoifl.
(sumber:

http://www.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: